Pupujian dalam bahasa sunda ini merupakan jenis puisi tradisional yang isinya memuji-muji keagungan Allah SWT, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Pepeling (Pengingat) atau mengajak menjalankan ibadah seperti shalat, puasa, dan lain sebagainya.
Hingga sampai saat ini, puisi pupujian masih tetap hidup dibandingkan dengan satra lisan sunda lainya, hal ini berhubungan dengan fungsi serta masih banyak masyarakat sunda yang masih menggungakan pupujian, baik dikota maupun dipilemburan, pupujian masih tetap digunakan di masjid-masjid terutama pada saat menunggu adzan atawa komat.
Manfaat Pupujian dari Segi Pendidikan
Pupujian sunda ini memiliki manfaat jika dilihat dari sisi media pendidikan. Menurut Yus Rusyana, pupujian ini memiliki fungsi sosial yang cukup tinggi, karena dalam isi pupujian ini mempunyai beberapa nasehat penting serta pengajaran apabila dihafalkan diluar kepala atau dinyanyikan.
Karena hapalan yang berisi nasehat di masa kecil inilah akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa seorang anak apabila sudah dewasa nanti, sehingga dapat dijadikan sebagai bekal dalam ilmu agama yang dimilikinya kelak.
Dalam satra sunda, pupujian ini termasuk karangan yang terikat oleh aturan (ugeran) yang isinya memperlihatkan, menjelaskan, atau menerangkan keagunangan Allah SWT serta keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya itu, ada juga pupujian yang sinya menerangkan keteladanan manusia. Dilihat dari isinya, pupujian sunda ini dapat dibagi-bagi menjadi 6 golongan, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Muji kaagungan Pangeran
Contoh:
Wujud (Ada), Qidam (Dulu), Baqa’ (Kekal), Mukholafatul Lilhawaditsi, Qiyamuhu Binafsihi, Wahdaniyah (Esa), Qudrat (Berkuasa), Iradat (Berkehendak), ‘Ilmu (Mengetahui), Hayat (Hidup), Sam’un (Mendengar), Basar (Melihat), Kalam (Berkata), Qadiran (Dzat yang berkuasa), Muridan (Dzat yang berkehendak), ‘Aliman (Dzat yang Mengetahui), Hayyan (Dzat yang hidup), Sami’an (Dzat yang Mendengar), Bashiran (Dzat yang Melihat), Mutakalliman (Dzat yang Berbicara).
2. Salawat ka Rasulullah
Contoh:
3. Pepeling/Nganaséhatan manusa sangkan ngalakukeun ibadah jeung amal soleh sarta ngajauhan kamasiatan
Conto :
Éling-éling umat
muslimin muslimat
hayu urang salat
berjamaah di masjid
éstu kawajiban urang keur di dunya
kanggo pibekeleun urang di ahérat
4. Méré pangajaran ngeunaan agama, kayaning kaimanan, rukun Islam, fikih ahlak, taréh tafsir Qur‘an, sorof, Jsb.
Conto :
Pardu wudu aya genep sadayana
hiji niat kadua ngumbah beungeutna
tilu ngumbah leungeun dua jeung sikuna
opat ngusap saeutik tina sirahna
lima ngumbah suku dua jeung muncangna
genep tartib sing puguh runtuyanana




