Senin, 23 Oktober 2023

PUPUJIAN (Bahasa Sunda Kelas 7)

Pupujian dibentuk dari kata puji, dengan cara dirajek menggunakan kecap rajekan dwipurwa serta ditambahkan dengan imbuhan akhiran -an yang artinya memberitahukan macam-macam puji atau memuji dengan cara beberapa kali. Sedangkan jika dilihat dari kata kerja, pupujian sunda itu artinya adalah macam-macam puji.
Pupujian dalam bahasa sunda ini merupakan jenis puisi tradisional yang isinya memuji-muji keagungan Allah SWT, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Pepeling (Pengingat) atau mengajak menjalankan ibadah seperti shalat, puasa, dan lain sebagainya.
Hingga sampai saat ini, puisi pupujian masih tetap hidup dibandingkan dengan satra lisan sunda lainya, hal ini berhubungan dengan fungsi serta masih banyak masyarakat sunda yang masih menggungakan pupujian, baik dikota maupun dipilemburan, pupujian masih tetap digunakan di masjid-masjid terutama pada saat menunggu adzan atawa komat.
Manfaat Pupujian dari Segi Pendidikan
Pupujian sunda ini memiliki manfaat jika dilihat dari sisi media pendidikan. Menurut Yus Rusyana, pupujian ini memiliki fungsi sosial yang cukup tinggi, karena dalam isi pupujian ini mempunyai beberapa nasehat penting serta pengajaran apabila dihafalkan diluar kepala atau dinyanyikan.
Karena hapalan yang berisi nasehat di masa kecil inilah akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa seorang anak apabila sudah dewasa nanti, sehingga dapat dijadikan sebagai bekal dalam ilmu agama yang dimilikinya kelak.
Dalam satra sunda, pupujian ini termasuk karangan yang terikat oleh aturan (ugeran) yang isinya memperlihatkan, menjelaskan, atau menerangkan keagunangan Allah SWT serta keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya itu, ada juga pupujian yang sinya menerangkan keteladanan manusia. Dilihat dari isinya, pupujian sunda ini dapat dibagi-bagi menjadi 6 golongan, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Muji kaagungan Pangeran
Contoh:
Wujud (Ada), Qidam (Dulu), Baqa’ (Kekal), Mukholafatul Lilhawaditsi, Qiyamuhu Binafsihi, Wahdaniyah (Esa), Qudrat (Berkuasa), Iradat (Berkehendak), ‘Ilmu (Mengetahui), Hayat (Hidup), Sam’un (Mendengar), Basar (Melihat), Kalam (Berkata), Qadiran (Dzat yang berkuasa), Muridan (Dzat yang berkehendak), ‘Aliman (Dzat yang Mengetahui), Hayyan (Dzat yang hidup), Sami’an (Dzat yang Mendengar), Bashiran (Dzat yang Melihat), Mutakalliman  (Dzat yang Berbicara).

2. Salawat ka Rasulullah
Contoh:



3. Pepeling/Nganaséhatan manusa sangkan ngalakukeun ibadah jeung amal soleh sarta ngajauhan kamasiatan

Conto :

Éling-éling umat
muslimin muslimat
hayu urang salat
berjamaah di masjid
éstu kawajiban urang keur di dunya
kanggo pibekeleun urang di ahérat

4. Méré pangajaran ngeunaan agama, kayaning kaimanan, rukun Islam, fikih ahlak, taréh tafsir Qur‘an, sorof, Jsb.

Conto :

Pardu wudu aya genep sadayana
hiji niat kadua ngumbah beungeutna
tilu ngumbah leungeun dua jeung sikuna
opat ngusap saeutik tina sirahna
lima ngumbah suku dua jeung muncangna
genep tartib sing puguh runtuyanana

Jeung sajabana.

https://www.youtube.com/watch?v=J-6n9gzDJC0
https://www.youtube.com/watch?v=BBIFIPzUN5g
https://www.youtube.com/watch?v=g4SRWB7LvXY

Rabu, 13 September 2023

KAMPUNG ADAT SUNDA

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Semoga Anak-anak sekalian selalu sehat dan semangat belajar.
disini Bapak akan memberikan pengajaran materi Kampung Adat Sunda,
agar lebih jelasnya silahkan klik link di bawah ini


selamat belajar Anak-anak yang baik dan pintar..
Semangat... semangat... semangat...

Selasa, 12 September 2023

Tugas Daring Bhs. Sunda kelas 7

 silahkan buka link dibawah ini untuk ulangan Bhs.Sunda

https://forms.gle/hMf8sj3wto6RShUn6

Selamat Belajar......

Senin, 04 September 2023

Kaulinan Barudak

 

Pengertian Kaulinan Barudak Sunda

Dari segi bahasa, kaulinan memiliki arti permainan yang berasal dari kata ulin (main). Sementara itu, barudak mengandung makna anak-anak sehingga kaulinan barudak Sunda bisa diartikan sebagai permainan anak-anak khas masyarakat Sunda.

Keunikan kaulinan barudak Sunda dapat terlihat, misalnya, dari pemanfaatan fasilitas lingkungan di sekitar pekarangan rumah. Dengan demikian, ada unsur nilai ekonomis dalam pelaksanaan hiburan yang cenderung murah atau bahkan tidak memerlukan biaya. Tidak hanya itu, unsur keunikan lainnya adalah terdapat nilai kolektif sampai dengan nilai-nilai kreativitas yang diusung. Tak mengherankan apabila dalam sederet kaulinan ini membuat anak-anak sering kali tampak senang dan melantunkan nyanyian berbahasa Sunda atau yang disebut kawih Sunda.

10 KaulinanBarudak Sunda jeung Cara Maenna

1. Ucing Sumput

kaulinan barudak sunda

kaulinan ini dilakukan oleh lebih dari 3 orang dan satu orang bertugas sebagai ucingSeseorang yang menjadi ucing ini mesti menemukan teman-teman lainnya yang bersembunyi. Permainan bakal selesai setelah si ucing mampu menemukan semua temannya.

2. Gatrik

Umumnya permainan gatrik dilakukan oleh anak laki-laki di sekitar halaman rumah atau area yang cukup luas. Kaulinan gatrik menggunakan dua buah bambu berbeda ukuran, pendek dan panjang, dengan sejumlah gerakan. Bambu pendek dipukul dan dilontarkan dengan bambu panjang.

3. Sapintrong

permainan tradisional

Kaulinan barudak Sunda yang cukup terkenal adalah sapintrongUmumnya permainan ini dimainkan oleh anak-anak perempuan menggunakan alat bantu karet gelang yang disambung dan dirangkai menjadi panjang menyerupai tali. Kaulinan ini biasanya dimainkan secara bergiliran dan akan berakhir sampai putaran atau hitungan yang telah ditentukan.

4. Anjang-anjangan

Cara bermain anjang-anjangan atau aanyangan tergolong mudah dan menyenangkan sehingga banyak disukai oleh anak-anak. Biasanya, permainannya berkelompok dengan peran tiap anak yang berbeda-beda. Satu orang anak berperan sebagai penjual makanan sedangkan teman-teman lainnya berperan sebagai pembeli. Selain itu, anjang-anjangan juga acapkali ditambahkan dengan peran lain seperti seorang guru, murid, dan lain-lain.

5. Congklak

kaulinan barudak sunda

Congklak sering kali dimainkan oleh perempuan meski tidak menutup kemungkinan dimainkan pula oleh laki-laki. Dimainkan oleh dua orang, congklak menggunakan papan kayu dengan bentuk sedemikian rupa sebagai medianya. Tiap lubang dari papan diisi biji sawo atau kulit kerang dan permaianan bakal selesai ketika semua biji yang ada di lubang papan habis diambil lawan.

6. Maen Kaleci (Kelereng)

Ngadu kaleci alias bermain kelereng tidak hanya dilakukan oleh barudak Sunda kendati permainan ini identik dengan permainan Jawa Barat. Jenis permainan tradisional ini dilakukan berdua atau lebih dengan cara kelereng yang diarahkan ke bagian kelerang lawan. Apabila kena atau menyentuh kelereng lawan, kamu berhak untuk mengambilnya.

7. Sorodot Gaplok

kaulinan barudak sunda

Sorodot gaplok merupakan salah satu kaulinan barudak Sunda yang dimainkan menggunakan batu kali pipih yang dilontarkan menggunakan telapak kaki bagian atas ke arah batu lawan. Permainan bakal selesai ketika tiap batu yang telah disusun berhasil dirubuhkan.

8. Egrang

Egrang adalah permainan yang dilakukan oleh anak-anak menggunakan dua tongkat bambu yang mempunyai pijakan sebagai tumpuan kaki. Permainan ini memerlukan keseimbangan dan konsentrasi supaya tetap bisa berjalan ke depan, belakang, atau ke samping.

9. Sondah

Sondah umumnya dilakukan oleh anak perempuan dengan pemberian tanda kotak-kotak pada sebidang tanah. Nantinya, potongan genteng atau batu dilempar ke dalam kotak tersebut lantas dipungut dengan melakukan gerakan khusus.

10. Oray-orayan

permainan tradisional

Dilakukan secara beramai-ramai, oray-orayan acapkali dimainkan di halaman rumah. Dua orang berperan sebagai penjaga dengan menautkan tangan ke atas sementara teman-teman lainnya berjalan secara berbaris di bawah tangan si penjaga. Sambil bernyanyi, nantinya tangan si penjaga akan menangkap seorang ketika lagu berhenti.


PUPUJIAN (Bahasa Sunda Kelas 7)

Pupujian dibentuk dari kata puji, dengan cara dirajek menggunakan kecap rajekan dwipurwa  serta ditambahkan dengan imbuhan akhiran  -an  ya...